8 Tanaman legendaris penyerap polusi udara yang akan punah
Beranda » Blog » 8 Tanaman legendaris penyerap polusi udara yang akan punah

8 Tanaman legendaris penyerap polusi udara yang akan punah

Tanaman penyerap polusi

Tanaman penyerap polusi – Di tengah meningkatnya polusi udara, kita butuh solusi yang sederhana tapi berdampak besar. Salah satunya adalah tanaman penyerap polusi.

Tanaman penyerap polusi adalah jenis tanaman hias yang memiliki kemampuan menyaring dan menetralkan zat berbahaya di udara. Mulai dari debu, asap kendaraan, formaldehida, hingga partikel PM2.5 bisa diserap melalui daun dan akarnya. Proses fotosintesisnya juga menghasilkan oksigen segar sehingga kualitas udara di sekitar kita jadi lebih baik.

Tanaman punah

Selain fungsinya, tanaman ini juga mempercantik ruangan. namun ada beberapa varietas yang sidah tidak dibudidayakan oleh petani tanaman hias, yang dampaknya tanaman tersebut menjadi langka atau bahkan menuju kepunahan, yang dikarenakan kalah pamor dengan varietas baru. Oleh karena itu buruhtanam.com akan menginformasikan beberapa jenis tanaman yang memiliki manfaat menyerap polusi udara namun menghadapi kepunahan. berikut informasinya

8 Tanaman Penyerap Polusi Udara Legendaris yang Terancam Punah

Tanaman hias

8 Tanaman penyerap polusi udara legendaris seperti Tanaman Sri Rezeki, Dieffenbachia Camila, Aglonema Snow White, Aglonema Silver Queen, Aglonema lipstick hingga aglonema silver bay yang kini terancam punah karena kalah saing varietas baru.

3 desain taman dengan tanaman Hias Brokoli

Polusi udara di dalam ruangan ternyata bisa 2-5 kali lebih berbahaya daripada di luar ruangan. Formaldehida dari lemari, benzena dari cat, xylene dari printer, dan karbon monoksida adalah musuh tak terlihat. Solusi paling murah, cantik, dan alami? Tanaman penyerap polusi udara.

Tapi ada ironi. Di saat kita butuh tanaman penyerap polusi udara, beberapa varietas legendaris justru menghilang dari pasaran. Bukan karena mati, tapi karena enggak laku dan kalah saing dengan varietas baru yang lebih berwarna, atau

Artikel ini akan membahas 8 pahlawan lama yang wajib kamu selamatkan.

Kenapa Tanaman Jadul Ini Terancam Punah di Pasaran?

Sebelum masuk ke daftar, pahami dulu kenapa ini terjadi:

1. Tren Variegata dan Koleksi Sultan: Pasar sekarang dibanjiri Aglonema impor Thailand dengan harga puluhan juta seperti Lotus, Moonlight, atau varigata putih. Dibandingkan itu, sri rezeki dan Aglonema Snow White dianggap “tanaman jadul” dan “murahan”.

5 desain taman minimalis dengan Agave Mahkota

2. Stigma Tanaman Kantor dan Kuburan: Karena dulu terlalu populer di kantor pemerintahan, sekolah, dan pinggir jalan, tanaman seperti Dieffenbachia Camila dan Dieffenbachia Compacta dianggap tidak estetik dan membosankan.

3. Isu Getah Beracun: Dieffenbachia dan beberapa sri rezeki memang mengandung kalsium oksalat. Edukasi yang setengah-setengah membuat orang tua takut memeliharanya, padahal aman jika tidak dimakan.

Padahal secara fungsi sebagai tanaman penyerap polusi udara, mereka JUARA. Penelitian NASA Clean Air Study membuktikan Dieffenbachia dan Aglonema termasuk top 10 penyerap racun ruangan. Mari kita kenalan lagi.

1. Tanaman Sri Rezeki – Induk Segala Aglonema

Tanaman Sri rezeki

Tanaman Sri rezeki adalah sebutan lokal untuk Aglaonema modestum dan beberapa jenis awal Aglaonema commutatum.

3 desain Rumah Minimalis bikin mewah dengan Agave gigantea

Banyak orang salah kaprah, mengira sri rezeki hanya satu jenis. Padahal sri rezeki adalah nama keluarga besar. Namun di pasaran tradisional, Tanaman Sri rezeki merujuk pada varietas hijau klasik yang sangat kuat dan rimbun.

Fungsinya sebagai tanaman penyerap polusi udara sudah tidak diragukan. Ia mampu menyerap formaldehida dan benzena yang keluar dari perabot kayu lapis dan karpet baru.

Klik diisni untuk Cek harga: Tanaman Sri rezeki

3 Keunggulan Tanaman Sri Rezeki:

a. Penyerap Polusi Paling Tangguh dan Adaptif: Tanaman Sri rezeki bisa hidup di cahaya minim 90%. Di toilet tanpa jendela, di bawah tangga, di sudut kantor yang hanya dapat cahaya neon, dia tetap hidup dan tetap menyaring udara. Varietas baru butuh paranet dan cahaya khusus, sri rezeki enggak.

b. Perawatan Super Pemula dan Anti Mati: Kamu penyiram pelupa? Cocok. Media kering 3-4 hari masih aman. Tidak perlu pupuk mahal, cukup air cucian beras sebulan sekali sudah rimbun. Ini yang membuat sri rezeki disebut tanaman pembawa rezeki, karena tidak merepotkan pemiliknya.

c. Harga Sangat Terjangkau dan Cepat Beranak: Satu pot sri rezeki seharga 35 ribu bisa menjadi 5 pot dalam 6 bulan karena anakan yang sangat banyak. Cocok untuk kamu yang mau punya hutan kecil penyerap polusi di rumah tanpa modal besar.

2. Dieffenbachia Camila atau Yang Dikenal Daun Bahagia

Daun Bahagia

Ini primadona tahun 90-an. Dieffenbachia Camila adalah kultivar Dieffenbachia yang paling elegan. Di Indonesia ia lebih dikenal dengan nama Daun Bahagia. Cirinya: daun besar, tengah daun putih krem hampir penuh, pinggirannya hijau tua yang rapi.

Banyak yang mencari kata kunci Dieffenbachia Camila dan Daun Bahagia untuk dekorasi rumah minimalis karena warnanya yang cerah bisa menghidupkan ruangan gelap. Sayangnya, kini sudah jarang di kios bunga. Kalah dengan Dieffenbachia baru yang lebih putih.

Sebagai tanaman penyerap polusi udara, Daun Bahagia adalah juaranya xylene dan toluena, zat kimia dari tinta printer dan cat tembok.

Klik diisni untuk Cek harga: Dieffenbachia Camila atau Daun Bahagia

3 Keunggulan Dieffenbachia Camila:

a. Efek Visual Mencerahkan Ruangan Gelap: Warna putih krem di tengah daun Dieffenbachia Camila memantulkan cahaya. Meletakkannya di sudut ruangan yang gelap membuat ruangan terasa 30% lebih terang tanpa lampu tambahan. Ini fungsi dekorasi plus penyaring udara.

b. Pertumbuhan Tinggi dan Rimbun Cepat: Berbeda dengan Aglonema yang lambat, Daun Bahagia bisa tumbuh hingga 1,5 meter dalam setahun. Satu pot besar saja sudah cukup untuk memfilter udara ruang tamu seluas 20 meter persegi.

c. Indikator Kelembapan Alami: Daun Bahagia akan mengeluarkan tetesan air di ujung daun (gutasi) saat kelembapan tinggi. Ini pertanda udara di rumahmu cukup lembap dan sehat. Varietas baru tidak sepeka ini.

3. Aglonema Snow White – Ratu Putih yang Terlupakan

Aglonema Snow White

Jangan salah, Aglonema Snow White dan tanaman Aglonema Snow White adalah legenda. Sebelum ada Aglonema Super White impor, Snow White lokal adalah yang pertama. Daunnya hampir 70-80% putih dengan bercak hijau di pinggir dan tulang daun.

Dulu harganya jutaan, sekarang 35 ribuan dan tetap tidak laku. Padahal untuk urusan tanaman penyerap polusi udara, Aglonema Snow White termasuk yang paling rajin menyerap CO2 di malam hari, meski tidak sebanyak tanaman lidah mertua.

Klik diisni untuk Cek harga: Aglonema Snow White

3 Keunggulan Aglonema Snow White:

a. Kombinasi Warna Putih Paling Bersih: Tidak ada Aglonema putih lain yang sebersih tanaman Aglonema Snow White lokal. Putihnya tidak belang-belang kuning, sehingga sangat cocok untuk tema rumah Japandi, minimalis, dan aesthetic. Cocok untuk konten Instagram.

b. Sangat Kuat Terhadap Penyakit Busuk Akar: Kelemahan Aglonema impor adalah gampang busuk akar (lonyot). Aglonema Snow White varietas lama memiliki batang yang lebih keras dan tahan jamur. Lebih toleran disiram setiap hari di musim hujan.

c. Penyerap Polusi Formaldehida Terbaik di Kelas Aglonema: Karena luas permukaan daunnya yang lebar dan banyak warna putih (stomata lebih aktif), daya serapnya terhadap formaldehida dari lemari baru dan vinyl flooring lebih tinggi dari Aglonema berwarna merah.

4. Aglonema Silver Queen dan Sri Rejeki Silver

Tanaman aglonema

Ini kembar identik yang sering bikin bingung. Aglonema Silver Queen adalah nama internasionalnya, sedangkan di pasar lokal disebut sri rejeki Silver. Daunnya memanjang, dominan silver keperakan dengan bintik hijau tua.

Aglonema Silver Queen adalah salah satu dari 10 tanaman yang diteliti NASA sebagai tanaman penyerap polusi udara paling efektif untuk perkantoran. Ia mampu menyaring benzena dan formaldehida secara bersamaan.

Sayangnya, karena dianggap terlalu “jadul” dan warnanya tidak menor seperti Aglonema merah, sri rejeki Silver mulai hilang dari peredaran.

Klik diisni untuk Cek harga: Aglonema Silver Queen

3 Keunggulan Aglonema Silver Queen:

a. Warna Silver Metalik yang Tidak Dimiliki Varietas Baru: Tidak ada Aglonema lipstik merah pink atau Aglonema Butterfly yang punya warna silver metalik seperti ini. Warna silver-nya memantulkan cahaya dan membuat ruangan terlihat lebih mewah dan sejuk.

b. Tahan Cahaya Rendah Paling Juara: Di antara semua Aglonema, Aglonema Silver Queen adalah yang paling tahan di bawah AC dan cahaya lampu kantor saja. Ia bisa bertahan berminggu-minggu di dalam ruangan tanpa sinar matahari langsung, tetap berfungsi sebagai pembersih udara.

c. Pertumbuhan Paling Rapi dan Tidak Berantakan: Batangnya tumbuh tegak ke atas, tidak melebar kemana-mana. Sangat cocok untuk meja kerja, rak kantor, dan apartemen sempit. Tidak butuh pot besar untuk terlihat rimbun.

5. Aglonema Lipstick – Keluarga Merah yang Mulai Ditinggalkan

Aglonema lipstik

Inilah keluarga yang paling banyak dicari dengan variasi kata kunci: Aglonema lipstik merah pink, Aglonema lipstik merah, Aglonema lipstick, Aglonema lipstik pink.

Padahal semua itu merujuk pada satu induk: Aglonema lipstick. Cirinya adalah pinggiran daun berwarna merah / pink seperti pulasan lipstik.

  • Aglonema lipstik merah: pinggirannya merah tegas, tengah hijau.
  • Aglonema lipstik pink: pinggirannya pink soft, lebih feminin.
  • Aglonema lipstik merah pink: gradasi dari merah ke pink, biasanya daun muda pink, daun tua merah.

Dulu Aglonema lipstick adalah Aglonema merah pertama yang terjangkau. Sekarang kalah pamor dengan Aglonema Suksom, Red Anjamani, dan Kochin yang warnanya full merah.

Tapi sebagai tanaman penyerap polusi udara, keluarga Aglonema lipstick lebih kuat dari suksom.

Klik diisni untuk Cek harga: Aglonema lipstik

3 Keunggulan Aglonema Lipstick:

a. Pewarna Alami Ruangan Tanpa Cat: Satu pot Aglonema lipstik merah pink bisa menggantikan vas bunga. Warna merahnya tahan lama, tidak rontok seperti bunga. Memberikan efek psikologis semangat dan energik di ruangan.

b. Paling Rajin Berbunga dan Berbuah: Dibanding Aglonema impor, Aglonema lipstik merah lebih sering berbunga. Buahnya yang merah juga cantik. Ini tanda tanaman sehat dan aktif memfilter udara.

c. Induk Persilangan Terkuat: Semua Aglonema merah mahal saat ini adalah anak cucu dari Aglonema lipstick. Gen-nya yang kuat membuat Aglonema lipstik pink tahan banting, tidak manja, dan tidak butuh vitamin daun khusus.

6. Dieffenbachia Compacta – Si Pendek Rimbun Penyerap Racun

Tanaman penyerap polusi

Jika Dieffenbachia Camila tinggi menjulang, Dieffenbachia Compacta adalah versi pendek, padat, dan rimbun. Daunnya lebih kecil, lebih banyak, dan tumbuh rapat dari bawah. Tinggi maksimal hanya 60-80 cm.

Dieffenbachia Compacta adalah tanaman penyerap polusi udara yang ideal untuk kamar tidur karena tidak mengambil banyak tempat tapi daya serapnya luas karena daunnya banyak.

Sayangnya, karena bentuknya dianggap “kurang tinggi kurang elegan”, penjual lebih suka stok Dieffenbachia Big Ben atau Camille yang lebih jangkung.

Klik diisni untuk Cek harga: Dieffenbachia Compacta

3 Keunggulan Dieffenbachia Compacta:

a. Bentuk Paling Compact untuk Meja dan Lantai: Tidak seperti Daun Bahagia yang butuh ruang tinggi, Dieffenbachia Compacta bisa diletakkan di meja belajar anak, meja kerja, atau sudut kamar kos 3×3. Tetap rimbun, tetap menyaring udara.

b. Produksi Oksigen Lebih Banyak per Pot: Karena jumlah daun per pot bisa 2 kali lebih banyak dari Dieffenbachia Camila, total klorofil dan produksi oksigen per pot lebih tinggi. Satu pot Dieffenbachia Compacta setara dengan 2 pot tanaman kecil lain.

c. Tidak Mudah Rebahan dan Butuh Penyangga: Batangnya pendek dan kokoh, tidak seperti Dieffenbachia tinggi yang sering miring mencari cahaya. Perawatan lebih rapi dan tidak perlu turus.

7. Aglonema Butterfly – Kupu-Kupu Hijau yang Dilupakan

aglonema

Aglonema Butterfly adalah varietas klasik dengan motif unik. Tengah daun hijau muda kekuningan seperti sayap kupu-kupu, pinggiran hijau tua. Bentuk daunnya sedikit melancip dan bergelombang.

Banyak kolektor lama mencari Aglonema Butterfly karena motifnya tidak pasaran. Namun generasi baru tidak mengenalnya, lebih memilih Aglonema Dud Anjamani atau Big Roy.

Padahal sebagai tanaman penyerap polusi udara, Aglonema Butterfly sangat efektif menyerap polutan dari asap rokok dan parfum ruangan yang mengandung VOC.

Klik diisni untuk Cek harga: Aglonema Butterfly

3 Keunggulan Aglonema Butterfly:

a. Motif Sayap Kupu-Kupu yang Langka: Tidak ada Aglonema baru yang motifnya seperti Aglonema Butterfly. Motifnya simetris dan artistik, seperti lukisan. Nilai estetikanya tinggi untuk koleksi tanaman jadul.

b. Daun Lebih Tebal dan Tahan Kering: Dibandingkan Aglonema Snow White yang tipis, daun Aglonema Butterfly lebih tebal seperti karet. Ia bisa bertahan 5-7 hari tanpa siram di musim kemarau dan tetap segar.

c. Efek Menenangkan dan Mengurangi Stres: Kombinasi warna hijau mudanya terbukti secara psikologi warna memberikan efek relaksasi. Cocok diletakkan di ruang kerja yang penuh tekanan untuk membantu menyerap polusi dan stres sekaligus.

8. Tanaman Aglonema Silverbay – Raksasa Penyaring Udara

Tanaman yang akan punah

Terakhir, tanaman Aglonema Silverbay atau sering ditulis aglonema silver bay. Ini adalah Aglonema terbesar di daftar ini. Daunnya bisa selebar telapak tangan orang dewasa, warna hijau keperakan dengan tulang daun hijau tua yang tegas. Tinggi bisa 1 meter lebih.

Aglonema silver bay adalah final boss-nya tanaman penyerap polusi udara untuk ruangan besar seperti aula, lobi hotel, dan ruang keluarga besar. Satu pot besar aglonema silver bay mampu menggantikan 3 pot Aglonema lipstik merah dalam hal volume penyaringan udara.

Ironisnya, karena ukurannya besar dan dianggap “boros tempat”, orang lebih memilih Aglonema kecil-kecil yang bisa ditaruh di rak.

Klik diisni untuk Cek harga: Aglonema silver bay

3 Keunggulan Tanaman Aglonema Silverbay:

a. Daun Terlebar, Daya Serap Terluas: Semakin lebar daun, semakin luas stomata yang menyerap polutan. Aglonema silver bay memiliki luas daun total terbesar di antara semua Aglonema klasik. Paling efektif untuk menyerap debu halus PM2.5 yang menempel di daun.

b. Paling Tahan Banting Terhadap Hama: Di antara semua daftar, aglonema silver bay adalah yang paling jarang terkena kutu putih dan ulat. Lapisan lilin di daunnya tebal, membuat hama malas hinggap.

c. Investasi Jangka Panjang dan Warisan: Tanaman ini bisa hidup puluhan tahun. Banyak aglonema silver bay di rumah-rumah tua yang usianya 15-20 tahun, diwariskan dari orang tua. Varietas baru belum teruji selama itu.

Kesimpulan: Jangan Biarkan Pahlawan Lama Punah

Melihat daftar di atas, jelas bahwa Tanaman Sri rezeki, sri rezeki, Dieffenbachia Camila, Daun Bahagia, Aglonema Snow White, tanaman Aglonema Snow White, Aglonema Silver Queen, sri rejeki Silver, Aglonema lipstik merah pink, Aglonema lipstik merah, Aglonema lipstick, Aglonema lipstik pink, Dieffenbachia Compacta, Aglonema Butterfly, dan aglonema silver bay bukan tanaman murahan.

Mereka adalah tanaman penyerap polusi udara yang telah teruji puluhan tahun, murah, kuat, dan cantik dengan caranya sendiri.

Jika kamu peduli dengan kualitas udara di rumah, jangan hanya ikut tren Aglonema impor jutaan rupiah. Selamatkan 8 varietas ini. Beli satu, rawat, dan perbanyak. Dengan merawatnya, kamu tidak hanya membersihkan udara, tapi juga menjaga keanekaragaman genetik tanaman hias Indonesia agar tidak benar-benar punah karena kalah saing dengan varietas baru.

Mulai dari yang mana dulu? Kalau ruanganmu gelap, ambil Aglonema Silver Queen atau sri rejeki Silver. Kalau mau yang cerah dan tinggi, ambil Dieffenbachia Camila atau Daun Bahagia. Kalau mau yang merah merona tapi kuat, ambil keluarga Aglonema lipstick, terutama Aglonema lipstik merah pink yang warnanya paling lengkap.

Udara bersih tidak harus mahal. Kadang justru ada di tanaman jadul yang kita lupakan.

Sementara gitu dulu ya akang/teteh. semoga informasinya bermanfaat. salam hangat dari buruhtanam.com